Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Palembang
   SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI HUMAS PROTOKOL PEMERINTAH KOTA PALEMBANG   PEMERINTAH KOTA PALEMBANG BESERTA JAJARAN DAN STAFF MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NYEPI TAHUN 2014  
Waktu Palembang
ym
Kalender
APRIL 2014
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
             
ym
Jadwal Sholat
Palembang
Imsak04:33 WIB
Subuh04:43 WIB
Syuruq05:58 WIB
Dzuhur12:02 WIB
Ashar15:20 WIB
Maghrib18:03 WIB
Isya19:12 WIB
2°59'LS, 104°47'BT
Ketinggian : 10 m
Arah kiblat : 65°27' (U-B)
ym
Pengunjung
Tahun ini9801
Bulan ini1401
Hari ini33
Online1
58694
Sejak : 03/11/2009
ym

Portal Nasional Republik Indonesia

Departemen Dalam Negeri RI

Bappenas

Departemen Komunikasi & Informatika RI

Provinsi Sumatera Selatan

Visit Indonesia 2009

Pemerintah Kota Palembang

Link Twitter

fans Page FB

ym
Beranda > SUNGAI GERONG DAN PERTAMINA

SUNGAI GERONG DAN PERTAMINA

SUNGAI GERONG DAN PERTAMINA

            Kilang pengolahan minyak, dikenal sebagai Pertamina Unit Pengolahan (UP) III, ini merupakan salah satu kilang tertua di Indonesia. Dalam dunia minyak dan gas bumi (Migas), kilang yang memiliki kapasitas produksi sebesar 120 MBCD (million barel capacity day) ini memasok kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Sumbangsel.

            Kilang ini awalnya terbagi atas dua bagian dengan kepemilikan yang berbeda. Kilang di Plaju didirikan oleh Shell, perusahaan milik Belanda pada tahun 1930. Sekitar lima tahun kemudian, tahun 1935, sebuah perusahaan Amerika, Stanvac, mendirikan kilang di Sungai Gerong.

            Pada masa pra kemerdekaan hingga masa kemerdekaan, instalasi pengolahan minyak ini menjadi objek penting dalam politik. Sat Jepang menduduki Indonesa termasuk Palembang tahun 1942, kilang minyak ini merupakan prioritas pertama yang diduduki. Demikian pula saat Sekutu mendarat pada 22 Oktober 1945 setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia (PD) II.

            Sekitar dua bulan sebelumnya, 29 Agustus 1945, Himpuan Tenaga Lasykar Minyak (HTLM) bentukan Jepang dibubarkan dan dibentuklah badan baru bernama Persatuan Pengawai Minyak (PPM). Badan ini dipersiapkan untuk pengambilan seluruh perusahaan minyak di Palembang dari tangan Jepang. Sehari kemudian, 30 Agusts 1945, battalion tentara minyak Jepang, Asano Butai, menyatakan kesedian untuk menyerahkan perusahaan minyak di Palembang.

            Terbentuklah kemudian Lasykar Minyak di setiap tambang minyak di pedalaman Sumatera Selatan. “Lembaga” ini sebetulnya manifestasi dari tawar-menawar antara Jepang dan Pemerintah Republik. Intinya, Republik menjamin keamanan dan akan memasok bahan makanan bagi tentara  Jepang.

            Pemerintah Republik di Sumatera Selatan kemudian membentuk Perusahaan Minyak Republik Indonesia (Permiri) yang personelnya berasal dari Lasykar Minyak.

            Siasat ini berhasil baik. Ketika Jepang meninggalkan Palembang, Permiri berhasil mengambil alih Kilang Plaju dan Sungai Gerong, sebelum kedudukan Sekutu yang diboncengi NICA akibat perjanjian Inggris Belanda, Civil Affairs Agreement, 24 Agustus 1945 di daerah efektif pada Maret 1946.

            Seiring perkembangan zaman, Permiri kemudia berubah menjadi Permina hingga akhirnya menjadi Pertamina seperti saat ini.

            Gerakan Politik Nasionalisasi  aset penting yang berada di Indonesia oleh Bung Karno, berhasil “merebut” Kilang Plaju. Pemerintah RI membeli kilang itu dari Shell. Pasca Bung Karno, kilang Sungai Gerong yang dimiliki Stanvac juga dibeli Pemerintah pada tahun 1970.

ym
Telepon Penting
Kebakaran113, 312011
Ambulans118
Polisi110
SAR355111
RSMH354088
ym
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat Anda tentang Pelayanan Publik yang telah diberikan oleh Pemerintah Palembang saat ini?
Sangat Baik
Baik
Lumayan
Kurang Baik
Tidak Tahu
 
ym
Cuaca

Data Cuaca tidak bisa diambil.

ym

Bappenas   fans Page FB   Pemerintah Kota Palembang   Departemen Komunikasi & Informatika RI   Link Twitter   Provinsi Sumatera Selatan  

© 2006 - 2009 Pemerintah Kota Palembang